Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2009

Manajer TI VS Cyber Crime

Manajer TI merupakan salah satu profesi yang dapat diraih oleh sarjana TI. Bagi seorang manajer TI harus ada pikiran bahwa sewaktu-waktu jaringan computer mereka dapat diserang oleh para programer yang tidak lagi mengidahkan etika programer yang berlaku (mereka biasa disebut hacker maupun cracker). Manajer TI harus mengetahui bagaimana hacker maupun cracker bekerja, mendidik seluruh pegawai agar dapat menggunakan jaringan computer mereka secara aman, memilih password yang baik, menulis kebijakan dan prosedur untuk melindungi jaringan computer dari malware (misalnya : Virus, Worm, dan Trojan), mengunci setiap peralatan elektronik perusahaan jika tidak diperlukan, dan menghancurkan dokumen rahasia bersifat elektronik apabila tidak lagi dibutuhkan. Intinya, mereka harus berhati-hati terhadap adanya cyber crime. Lebih lanjut mengenai cyber crime , download data dari link di bawah ini !

File PPT

Hacker adalah seorang PROGRAMER

Ancaman datang dari Command DOS Prompt

Software Sniffing

Situs

Penyalahgunaan informasi ini menjadi tanggungjawab anda pribadi. Jadi berpikirlah matang sebelum anda memutuskan melakukannya. Cyber Crime telah di atur di Cyber Law yang ditetapkan oleh DPR RI tahun 2008.
Lebih jelasnya, download data dari link berikut ini.
UU ITE

Selasa, 12 Mei 2009

Antara Programer, Hacker, dan Cracker

Seorang programer adalah orang yang memiliki tugas utama untuk membuat program sesuai pesanan. Seorang programer terikat oleh etika programer. Pemahaman akan coding juga merupakan bagian dari etika programer. Etika programer lain yang tak kalah penting untuk dimengerti, dipahami, dan dilaksanakan adalah bahwa Programer tidak boleh dengan sengaja melakukan penyebaran malware.
Seorang hacker merupakan seorang programer yang tidak terikat oleh etika programer yang telah menjadi kesepakatan umun. Seorang hacker yang menggunakan kemampuannya untuk melakukan tindakan yang merugikan pihak lain (kriminal) biasa disebut sebagai cracker. Tetapi tidak semua programer adalah hacker / cracker.
Seorang cracker dapat dikenakan hukuman sesuai hukum positif yang berlaku di suatu negara. Tentu saja jika dia tertangkap dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Hukuman bagi seorang cracker disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan mengacu pada cyber crime law

Senin, 11 Mei 2009

Antara Profesi dan Profesionalitas

"Bekerjalah dengan cinta…
Jika engkau tidak dapat bekerja dengan cinta, lebih baik engkau meninggalkannya......
Dan mengambil tempat di depan pintu gerbang candi-candi, Meminta sedekah kepada
mereka yang bekerja dengan penuh suka dan cita….. "
Kutipan dari Kahlil Gibran dalam karyanya berjudul Sang Nabi, menggambarkan hubungan erat antara perasaan (cinta) dengan pekerjaan.
“PEKERJAAN / PROFESI” yang dilandasi cinta akan melahirkan “PROFESIONAL”.

Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi.
Misalnya :
Pekerjaan staf administrasi tidak masuk dalam golongan profesi karena untuk bekerja sebagai staf administrasi seseorang bisa dari berbagai latar belakang pendidikan, pengetahuan dan pengalaman, sedangkan akuntan merupakan profesi karena seseorang yangbekerja sebagai akuntan haruslah berpendidikan akuntansi dan memiliki pengalaman kerja beberapa tahun di kantor akuntan


PROFESI, adalah suatu bentuk pekerjaan yang mengharuskan pelakunya memiliki pengetahuan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan formal dan ketrampilan tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja pada orang yang terlebih dahulu menguasai ketrampilan tersebut, dan terus memperbaharui ketrampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi.
Ciri-ciri profesi adalah sbb :
1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
Syarat-syarat suatu Profesi adalah sbb :
● Melibatkan kegiatan intelektual.
● Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
● Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
● Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
● Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
● Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
● Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
● Menentukan standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik

PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi.

Perbedaan PEKERJAAN / PROFESI” dan “PROFESIONAL” antara lain sbb:
PROFESI
- Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
- Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
- Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
- Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
PROFESIONAL
- Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
- Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
- Hidup dari situ.
- Bangga akan pekerjaannya.

Sumber :
"Etika dan Profesi"-disampaikan oleh AB Thoha, S.Kom, S.Ag,M.Ag. (Dosen El-Rahma Yogyakarta)

Motivasi dan Motif dalam Bekerja

Bekerja adalah memberdayakan segala potensi yang dimiliki manusia baik potensi materiil maupun spirituil, tenaga dan fikiran yang tujuannya untuk mencukupi kebutuhan hidup, baik kebutuhan spiritual maupun material karena adanya motivasi dan motif tertentu pada diri seseorang.
Motivasi adalah suatu keadaan internal individu yang melahirkan kekuatan, kegairahan dan dinamika, serta mengarahkan tingkah laku pada tujuan.
Motif adalah ungkapan dari kebutuhan-kebutuhan individu. Dipandang dari sisi individu, motif-motif ini merupakan kepribadian dan aspek internalnya dan stimulus adalah aspek external yang merupakan faktor pembantu dalam merealisasikan tujuan.
Terkait motivasi kerja seseorang maka dapat disimpulkan bahwa motivasi yang kuat akan membawa kepada kesungguhan bekerja / bekerja keras sebaliknya motivasi lemah akan membawa kepada ketidaksungguhan dalam bekerja / ogah-ogahan. Motivasi-motivasi tersebut mengarah kepada pemenuhan kebutuhan baik kebutuhan fisiologis primer atau kebutuhan sekunder.
Pekerjaan memiliki peran dan urgensi dalam kehidupan individu antara lain disebabkan oleh :
Pertama Adanya pemikiran tentang pertukaran manfaat.
Pekerja memperoleh imbalan baik berupa materi seperti upah, gaji, honor ataupun non materi seperti kepuasan dan kesenangan kerja. Pemberian penghargaan sangat mempengaruhi terhadap pelaksanaan kerja, kapabilitas, dan kesinambungan.
Kedua. Pekerjaan merupakan salah satu pranata sosial.
Ada sebab interaksi yang dimunculkan oleh bekerja yaitu terbentuknya suatu hubungan persahabatan, kerjasama, kasih sayang, dll.
Ketiga Pekerjaan menciptakan posisi strata tertentu yang layak bagi individu dalam masyarakatnya.
Keempat Pekerjaan adalah sarana aktualisasi dan apresiasi diri.

Pekerjaan manusia meliputi aspek rasio dan fisik . Ketika Allah menciptakan manusia untuk dijadikan kholifah di muka bumi, berarti Allah menciptakan makhluk yang sangat istimewa dan berbeda dengan makhluk yang lain. Karena untuk mengolah / mengelola (kholifah) bumi harus ada makhluk jasadi disamping ruhani. Makhluk jasadi inilah selanjutnya akan berinteraksi fisik dengan bumi dan alam semesta. Jadi, jika manusia tidak bekerja maka berarti ia hidup tidak memenuhi tugasnya. Karena konsekwensi manusia hidup didunia adalah bekerja dan berkarya. Manusia baru dikatakan eksis (berada) tatkala manusia mampu menunjukkan jatidirinya dengan mengadakan sesuatu (berkarya), sehingga manusia memahami nilai-nilai kemanusiaannya.
 
Rujukan spritual dapat ditafsirkan dari sumber-sumber sbb:
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada dibumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya. “
(QS. Al Kahfi : 7)
“Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.”
(QS. Ahqof : 19)

“Barangsiapa merasa letih dimalam hari karena bekerja maka dimalam itu ia diampuni.”
(HR. Akhmad)
“Tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik daripada makanan hasil keterampilan tangannya sendiri.”
(HR. Bukhari)
“Sesungguhnya Allah senang jika salah seorang diantara kamu mengerjakan suatu pekerjaan dengan tekun “
(HR. Baihaqi)

Sumber :
disarikan dari berbagai sumber

Memiliki Pribadi Efektif

Menurut Stephen R Covey dalam karyanya berjudul The 7 Habits of Highly Effective People, 7 kebiasaan yang menumbuhkan pribadi efektif adalah sebagai berikut :
1. Jadilah Proaktif
2. Mulailah dengan gambaran mengenai tujuan
3. Utamakan prioritas
4. Berpikir menang/menang
5. Berusaha untuk memahami kemudian dipahami
6. Bersinergi
7. Terus mengasah diri

Sumber :
Etika dan Profesi yang disampaikan oleh AB Thoha, S.Kom, S.Ag,M.Ag. (Dosen EL-RAHMA Yogyakarta)

Sabtu, 09 Mei 2009

Portal Etika Pergaulan Internasional

Setiap orang boleh jadi memiliki cita-cita yang berbeda antara satu dengan yang lain. Ada yang sekedar hanya eksis untuk tingkat lokal tetapi ada juga yang ingin bisa eksis hingga tingkat global. Bagi orang dengan tipe terakhir, selain perlu menguasai bahasa asing sebagai modal dasar juga perlu penguasaan etika pergaulan internasional. Misalnya etika tentang cara berpakaian, cara berjalan, cara makan, dsb.
Etika pergaulan internasional terus berkembang dari masa ke masa, bergantung bangsa mana yang memiliki pengaruh terbesar di dunia.
Pasca PD II yang dimenangkan oleh Sekutu yang dipimpin oleh Amerika dan Inggris, mengakibatkan etika pergaulan internasional akhirnya mengikuti tradisi mereka. Tentu etika pergaulan internasional ini akan berbeda manakala pemenang PD II adalah Jepang, Jerman, atau negara-negara Timur Tengah.
www.Etigazette.com, merupakan salah satu website yang berbau Amerika dan Eropa yang menspesialisasikan diri untuk mengulas etika pergaulan internasional.

SITUS test on-line KEPRIBADIAN

Setiap orang pasti ingin melihat seberapa besar potensi yang dimilikinya sehingga dia dapat memperkirakan pekerjaan apa yang cocok untuk dia. Walaupun tidak menjamin 100% tepat, sebaiknya anda kunjungi http://similarminds.com/
Website ini menawarkan banyak tipe pengujian kepribadian. Saat anda telah memutuskan jenis tipe pengujian kepribadian yang anda inginkan, pilihlah jawaban yang menurut anda paling mendekati kenyataan bagi anda untuk setiap point pertanyaan. Kejujuran dan keberanian dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang mendekati keadaan yang sesungguhnya.
Semoga melalui situs ini, anda dapat mengenal diri sendiri secara lebih dekat sehingga anda dapat memaksimalkan potensi yang anda miliki untuk mencapai kesuksesan dan menghindari peluang-peluang yang dapat merusak tujuan hidup.
Selamat mencoba !

Kamis, 23 April 2009

KEPRIBADIAN

Kepribadian dapat diartikan sebagai sesuatu yang ada dalam diri seseorang yang memberi arah dan membimbing kepada seluruh tingkah lakunya atau cara unik seseorang dalam menafsirkan pengalaman hidupnya
Kepribadian secara umum dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
kepribadian dalam dan kepribadian luar.
# Kepribadian dalam
adalah sifat-sifat yang ada dalam diri manusia sejak dia dilahirkan dan dapat dipengaruhi oleh bagaimana dia diasuh dan dibesarkan, pendidikan, pergaulan, dsb
Kepribadian dalam antara lain meliputi :
1. Kejujuran baik dalam hal mental (pikiran), waktu, uang, pendapat, dll
2. Kerahasiaan -> mampu menjaga rahasia yang dipercayakan kepadanya
3. Kehandalan -> mampu melaksanakan tugas dalam kondisi dan situasi apapun.
4. Kesigapan -> selalu siap melaksanakan tugas apapun yang dipercayakan kepadanya
5. Penalaran -> menggunakan akal sehat dalam menentukan sikap/menentukan keputusan
6. Tenggangrasa -> mempunyai kepekaan untuk memahami perasaan orang lain
sehingga dapat bekerjasama dengan rekan-rekan ataupun relasi
7. Kerapian -> rapi dalam segala hal, baik sarana fisik maupun perbuatan
8. Ketenangan -> mampu menahan diri & tidak mudah panik saat dalam keadaan darurat
9. Penyesuaian diri -> mampu menyesuaikan diri dengan atasan, lingkungan maupun
situasi dan kondisi apapun.
10. Kesopansantunan -> selalu sopan santun dengan siapapun ia berinteraksi


# Kepribadian luar

sesuatu yang dilihat pertama kali oleh orang lain dari diri seseorang sehingga menimbulkan kesan atau persepsi terhadap diri orang tersebut.
Hal yang biasa diperhatikan pertamakali oleh orang lain dari diri seseorang adalah :kesehatan dan kebugaran, tata rias dan tata busana.


Sumber :
Etika dan Profesi yang disampaikan oleh AB Thoha, S.Kom, S.Ag,M.Ag. (Dosen EL-RAHMA Yogyakarta)

Selasa, 14 April 2009

ETIKA DALAM BERDAGANG





"Muslim itu saudara muslim lainnya. Tidak boleh bagi seorang muslim, apabila dia berdagang dengan saudaranya dan menemukan cacat, kecuali diceritakannya". (H.R. At-Thabrani dan Ahmad)
Hadits itu jelas memerintahkan umat Islam untuk jujur, termasuk dalam berbisnis. Padahal, banyak orang berpendapat, berdagang yang jujur kini sudah tidak ada. Karena dengan kejujuran, ti pedagang sulit mendapat keuntungan. bukan tidak mungkin akan menderita yang besar.
Sepintas lalu, mengurangi timbangan, takaran atau ukuran yang seharusnya diterima pembeli atau penerima jasa karena bedanya sangat kecil memang tidak mudah diketahui pembeli atau penerima jasa. Sedangkan bagi pedagang atau penjual, keuntungan yang diperoleh akan semakin besar. Apalagi bila penjualannya cukup besar.
Padahal Allah mengingatkan dalam firman-Nya:
"Janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian lain di antara kamu dengan jalan yang batil". (QS. (2) Al-Baqarah, 188).
Mungkin pembeli tidak tahu atau tidak sempat memeriksa perbedaan timbangan atau takaran itu. Namun cara yang tidak jujur itu dihadapan Allah s.w.t. pasti terlihat. Kecurangan seperti itu tentu ada 'imbalannya'. Balasan yang diberikan Allah itu mungkin sepintas lalu juga tidak keras, seperti cara dia mengurangi ukuran atau takaran untuk pembeli., hanya berupa peringatan seperti peringatan Nabi Muhammad s.a.w. :
"Barangsiapa menipu, dia tidak termasuk golongan (umat) kami"
(H.R. Jamaah, kecuali Bukhari dan Nasai').
Namun bagi umat Islam yang tentu menginginkan tetap sebagai muslim hingga menghadap Sang Khaliq, ancaman yang disampaikan Rasulullah itu sangat menakutkan. Bila karena ulahnya, seseorang tidak dimasukkan sebagai golongan (umat) Islam, akan merugi di dunia dan akhirat.
Sedang dibagian lain, pembeli tidak selamanya akan dapat dibodohi atau ditipu. Mereka tidak akan percaya begitu saja selamanya terhadap yang mereka peroleh dari penjual. Suatu ketika, mereka tentu akan membandingkan apa yang diperoleh dengan apa yang diperoleh dari tempat lain.
Bila ternyata, yang diperoleh di tempat A lebih sedikit dibanding di B. Dengan pasti diyakini, kepercayaan pembeli terhadap A akan hilang. Padahal kepercayaan merupakan salah satu modal utama untuk sukses. Tentu pembeli tidak akan membeli lagi di tempat yang merugikan mereka. Karena kepercayaan kepada pengusaha itu sudah hilang atau rusak.
Keadaan yang tidak menguntungkan seperti itu tidak akan berhenti sampai disitu. Masyarakat biasanya selalu memberikan informasi kepada orang lain, khususnya kerabatnya.Terutama tentang pengalaman yang dialaminya, baik atau buruk. termasuk pengalaman membeli sesuatu di tempat tertentu.
Kalau kabar buruk usaha seseorang telah tersebar, dapat dipastikan, cepat atau lambat usaha orang itu akan mengalami kemunduran. Berarti secara perlahan akan menuju kebangkrutan. Karena pedagang atau pengusaha itu akan ditinggalkan pembelinya.
Kenyataan itu akan berakibat buruk, bukan tidak mungkin pada akhirnya, mata pencaharian keluarga dari pedagang itu akan tertutup. Lebih dari itu, ketidakpercayaan itu akan meluas ke masalah di luar dagang. Tidak seorang pun dari pedagang yang ingin keadaan itu terjadi.
Untuk menghindari itu, seorang pedagang, pengusaha atau pekerja harus jujur. Kalau perlu, usahakan agar pembeli tidak perlu melihat sendiri ketika mengukur dan menimbang. Tapi ia yakin, apa yang diberikan sudah benar.

Mungkin dengan kejujuran itu, keuntungan yang diperoleh tidak seberapa besar. Tetapi dengan sikap itu, pembeli akan bertambah. Karena Allah akan memberikan kelebihan kepada orang jujur itu. Sedang pembeli tentu juga akan menyebarkan informasi tentang kejujuran dan kebaikan pedagang itu kepada yang lain, sehingga pembelinya akan bertambah.
Dengan kejujuran dalam berdagang berdasarkan iman kepada Allah, bagi orang yang tidak beriman tentu akan merasa menderita kerugian yang besar. Karena kemungkinan keuntungannya akan berkurang. Tetapi yakinlah, perintah Allah itu dengan satu konsekwensi, pedagang yang jujur itu tidak akan merugi.
Pedagang jujur itu akan lebih mudah menjalin hubungan dagang dengan pihak lain, tanpa harus menyiapkan modal berlebihan. Sesama pengusa-ha, tidak akan keberatan melakukan kerjasama saling menguntungkan. Syaratnya tentu orang yang bisa diajak kerjasama itu jujur dan bisa dipercaya.
Pada ayat lain Allah menjelaskan :
"Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya". (QS.28 Al-Qashash 26)
Keberhasilan menjaga kepercayaan (amanah) orang lain secara jujur, ternyata bisa membuat orang yang jujur itu mendapat barang yang bisa diperdagangkan lebih banyak. Kenyataan itu, juga berdampak pada bertambahnya penghasilan pedagang jujur tersebut.
Bila seorang pedagang jujur, banyak pedagang lain yang bersedia bekerja sama, menitipkan barang-barang di tokonya dan dibayar setelah barang itu laku. Atau juga meminjamkan modal untuk mengembangkan usaha dengan sistem yang tidak bertentangan dengan syariah, seperti sistem bagi hasil. Pedagang jujur itu semakin laris, bukan hanya dalam arti menjual, tetapi juga laris dalam mendapat kesempatan mengembangkan usahanya.
Seandainya keadaan itu sudah terwujud, jangan lupa tetap menjaga dan mempertahan-kannya. Kealpaan dalam masalah sepele atau kecil, bisa menghancurkan usaha yang sudah maju. Sekali kepercayaan bisnis dilalaikan, kepercayaan hilang.
Selain keuntungan itu Allah sudah mengingatkan hal itu dalam firman-Nya:
"Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, sedang orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka". (QS. (82) Al-lnfithaar, 13-14)
Itu berarti, pedagang jujur mendapatkan dua keuntungan sekaligus, dalam usaha dan kehidupan akhirat. Sebaliknya, bila kepercayaan terhadap lembaga maupun pribadi dari pedagang lain hilang. Apalagi bila sikap itu serentakdari pembeli maupun dari pedagang lain, tentu dalam waktu yang tidak lama, usaha orang itu akan mengalami kemun-duran. Bahkan bila hal itu berlanjut, bukan tidak mungkin bisa sampai titik akhir usaha, artinya usaha akan mengalami kehancuran dan tutup.
Seandainya keadaan itu terjadi, merupakan kondisi yang sulit baginya bangkit kembali. Karena mereka yang sudah tidak percaya, akan sulit merubah kepercayaan itu, meskipun si pedagang itu sudah berusaha merubah dan meyakinkan. Karena hal itu menyangkut masalah kejujuran yang terkait dengan kepercayaan pihak lain harus dijaga agar tetap utuh.
Rasulullah Muhammad s.a.w. yang dikenal sebagai seorang yang tidak bisa membaca, ternyata bisa menjadi pedagang ulung. Dengan modal kejujurannya, sehingga diberi gelar AI-Amin (orang yang dapat dipercaya), sebelum menjadi Rasul mampu membantu bisnis Siti Khadijah sehingga semakin maju.
Akhirnya, karena tertarik pada akhlak mulia Muhammad, janda kaya itu bersedia menjadi isteri beliau hingga akhir hayatnya. bahkan, seperti kita pelajari, Khadijah merupakan manusia pertama yang percaya kepada kenabian dan kerasulan Muhammad.
Umat Islam dalam berusaha, tentu yakin akan ajaran agamanya. Dengan meniru cara Rasul berdagang yang merupakan kejujuran, tentu usahanya juga akan berjalan dengan sukses. Keberhasilan itu bukan hanya dalam persoalan bisnis dalam artian keuntungan materi, tetapi juga keuntungan lain, berupa hubungan bisnis yang semakin terbuka dengan luas.
Kondisi seperti itu tentu akan memberi keuntungan, tidak hanya perolehan keuntungan materi dalam jangka pendek, tetapi juga demi kelang-gengan usaha. Meskipun dengan usaha yang tidak jujur keuntungan akan lebih banyak tetapi dalam waktu terbatas, dengan kejujuran hasil yang diperoleh akan berlangsung lama dan semakin lama nilainya semakin besar. Akhirnya keuntungan yang diperoleh juga banyak, insya-Allah.

Sumber :
Mondry Al-Minangkabawy, Kiat Bisnis dalam Islam, GAMA GLOBAL MEDIA, YOGYAKARTA, 2002

Senin, 30 Maret 2009

TIPS SIAP HADAPI WAWANCARA

Wawancara kerja merupakan salah satu tahap penting yang harus dilalui ketika seseorang akan direkrut menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Banyak orang yang menganggap tahap ini sepele, padahal justru tahap ini merupakan penentuan seseorang melaju ke tahap selanjutnya.Oleh karena itu, persiapan matang sangat penting. Banyak hal yang harus disiapkan sebelum menghadapi pewawancara kerja, di antaranya penampilan saat wawancara. Faktor penampilan ini akan sangat menentukan, apakah pewawancara masih tertarik untuk melanjutkan wawancara atau malas melanjutkan. Apa yang ada di benak Anda saat menghadapi seorang calon karyawan yang datang dengan pakaian seadanya dan selalu menguap saat wawancara?
Faktor lain adalah kesegaran fisik yang juga harus diperhatikan benar. Meski Anda sudah berusaha berpenampilan sebaik mungkin, namun jika kondisi tubuh kurang fit, misalnya, konsentrasi Anda dalam tahapan wawancara tersebut pasti akan terganggu. Nah, berikut adalah beberapa tips agar Anda siap menghadapi wawancara kerja:
1. Kesegaran Fisik dan Mental
Usahakan untuk beristirahat dan relaks sebelum wawancara, kalau perlu sejak sehari sebelum tanggal wawancara. Anda bisa misalnya santai di rumah sambil melakukan hobi Anda. Pergi ke salon, memasak, dan sebagainya. Pokoknya, hindari melakukan hal-hal yang justru akan membuat tegang saraf Anda. Tujuannya adalah agar keesokan harinya Anda merasa segar dan siap menghadapi wawancara dengan kondisi fisik dan mental yang prima.
2. Performance atau Penampilan
Pilih busana dengan warna-warna dasar, seperti hitam, putih, krem, cokelat, atau biru tua, sehingga mudah dipadupadankan. Agar busana yang Anda kenakan sesuai dengan bentuk tubuh, ada baiknya Anda mengenali lebih dulu bentuk tubuh Anda. Secara umum, bentuk tubuh manusia ada tiga, yakni oversize, mungil, dan proposional.
Hindari rok yang sempit dan supermini, karena akan mengganggu kenyamanan Anda. Untuk blus, hindari belahan dada yang rendah dan bahan yang tipis. Dan jika Anda menganakan blazer, hindari memilih blazer yang sangat longgar, atau sebaliknya, blazer yang sangat ketat. Kenakan blazer yang pas di tubuh Anda.
Untuk dandanan dan aksesoris, usahakan jangan berlebihan, karena akan menimbulkan kesan suka berhias daripada serius bekerja. Satu lagi, jangan mengenakan celana panjang (sekalipun rapi dan berbentuk jas), karena akan menimbulkan kesan tidak sopan. Ingat, performance atau penampilan saat wawancara merupakan tahap awal perusahaan menilai kepribadian diri calon karyawannya.
3. Etika Wawancara
Terkadang, Anda grogi ketika wawancara, sehingga etika wawancara pun tak sempat lagi terpikir di benak Anda. Padahal, etika sangatlah penting dan dapat menambah poin untuk diri Anda. Sikap duduk, misalnya. Duduklah dengan tenang dengan tangan di atas pangkuan. Usahakan punggung tidak menyender ke kursi yang Anda duduki.
Saat berbicara, biasakan menggunakan “Saya”, ketimbang menggunakan “Aku,” karena ini menunjukkan kesan Anda seorang yang arogan. Jawablah dengan jujur setiap pertanyaan dari si pewawancara. Jangan ragu untuk bertanya saat Anda diberi kesempatan bertanya. Biasanya, si pewawancara menjelaskan tidak secara detail, hanya pokok-pokoknya saja.
Satu lagi, jika Anda sedang mengunyah permen, usahakan permen tersebut dibuang lebih dulu. Jangan masuk ke ruang wawancara dengan mulut asyik mengunyah permen. Ini akan menimbulkan kesan bahwa Anda tidak serius.
4. Survei Dahulu Profile Perusahaan
Jika memungkinkan, sebelum memenuhi panggilan wawancara, Anda mencoba mencari tahu profil perusahaan yang mengundang Anda. Jika Anda memiliki teman di perusahaan tersebut, mintalah gambaran singkat mengenai bidang usaha perusahaan. Tanyakan pula, siapa nanti yang akan mewawancarai Anda. Dan yang sangat penting adalah posisi yang nanti akan Anda tempati. Sedetail atau sesingkat apa pun keterangan yang Anda peroleh, itu merupakan bahan masukan yang sangat berharga bagi diri Anda.
5. Datang Tepat Waktu
Perhatikan benar-benar tanggal dan waktu wawancara. Sediakan beberapa menit untuk merapikan diri lebih dahulu, sebelum masuk ke ruang wawancara. Yakinlah bahwa diri Anda tampil serapi dan sebersih mungkin. Datanglah tepat pada waktunya, bahkan kalau mungkin, datanglah beberapa menit sebelumnya. Misalnya jadwal wawancara pukul 10 pagi, usahakan Anda sudah hadir 30 menit sebelumnya. Jadi, Anda tidak terburu-buru menyiapkan diri.
Ada hal positif dan nilai plus, jika Anda datang lebih awal atau tepat waktu (on-time). Si pewancara akan menilai Anda sebagai orang yang disiplin terhadap waktu dan dapat me-manage (mengatur) waktu dengan sebaik-baiknya. Tentu, perusahaan akan lebih memilih karyawan yang rajin dan bekerja tepat waktu daripada yang sering terlambat.
Biasanya, sebelum wawancara berlangsung, Anda diminta untuk mengisi data diri untuk keperluan arsip perusahaan. Umumnya, waktu untuk mengisi data tersebut sekitar 10 - 15 menit. Isilah data dengan jelas dan lengkap, jangan membingungkan di pewawancara. Apabila ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk bertanya, sehingga Anda tidak salah mengisi data tersebut.

Sumber :
http://www.situslowongankerja.com/uncategorized/tips-siap-hadapi-wawancara.html

Hal-hal yang sebaiknya diperhatikan Sebelum Keluar dari Tempat Kerja dan Tata Cara Mengundurkan Diri Secara Profesional

Tidak mudah memang memutuskan untuk berhenti dari perusahaan tempat kita bekerja. Kita akan selalu dibuat ragu, apakah sudah cukup alasan untuk membuat keputusan ekstrem itu? Apakah keputusan yang kita ambil itu sudah tepat dan terbaik?
Kolumnis AS David Bach yang banyak menulis isu-isu seputar HR barangkali bisa membantu Anda yang sedang dirundung masalah seperti di atas. Bach mengajukan lima tanda yang perlu diperhatikan sebelum Anda memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempat Anda bekerja.
1. Anda benar-benar membenci pekerjaan Anda?
Jika jawabnya ya, maka pertanyaan susulan bukanlah haruskah saya keluar, melainkan kapan saya mesti keluar dari pekerjaan ini. Bila sudah sampai di sini, rasanya tidak relevan lagi bertanya, apakah simpanan uang Anda di bank cukup untuk biaya hidup sampai Anda menemukan pekerjaan yang baru. Sebab, meskipun hidup ini singkat, melakukan sesuatu yang tidak kita sukai hanya akan membuat hidup yang singkat itu menjadi sangat panjang dan sangat tidak enak. Bach mengingatkan, hidup ini lebih dari sekedar urusan uang.
2. Anda bertanya tentang kenaikan gaji, dan jawabannnya tidak ada.
Jika Anda bekerja dari minggu ke minggu, bulan ke bulan dan tahun ke tahun gaji Anda tidak naik, atau pendapatan Anda tidak bertambah, maka pastilah ada sesuatu yang salah. Anda harus berbuat sesuatu.
3. Anda bekerja untuk perusahaan yang tidak anda hargai (lagi)?
Jika Anda tidak dibayar sesuai kelayakan dan tidak mendapatkan kenaikan gaji, dan di atas semua itu Anda tidak lagi menghargai perusahaan di mana Anda melewatkan 40 jam atau lebih dalam seminggu, itu pertanda yang gamblang bahwa sudah waktunya Anda merencanakan untuk keluar.
Maka, jujurlah pada diri Anda sendiri sekarang: Apakah Anda (masih) peduli pada perusahaan tempat Anda bekerja? Apakah Anda menyukai bidangnya? Apakah Anda menyukai apa yang dilakukannya? Apakah perusahaan Anda peduli pada Anda dan konsumen? Apakah perusahaan Anda memiliki rencana masa depan yang jelas?
4. Anda bekerja pada perusahaan yang tidak mempedulikan Anda?
Masalahnya, tidak semua perusahaan diciptakan sama. Ada yang buruk, ada yang bagus dan ada yang luar biasa, dan semuanya memperlakukan karyawannya dengan cara yang berbeda-beda. Apakah perusahaan yang mempekerjakan Anda peduli kepada Anda? Anda pasti tahu benar jawabannya, bukan?
5. Anda sudah sangat bosan dan merasa tak ada lagi tantangan?
Ini tanda yang paling sulit disadari karena kebosanan dan soal tantangan bisa berubah setiap waktu. Anda barangkali dipromosikan untuk kesempatan-kesempatan baru, tapi apa artinya semua itu kalau Anda telah mengalami kebosanan selama bertahun-tahun?

Perencanaan Sebelum Pergi
Dengan semua itu, jangan disalahpahami, David Bach sama sekali tidak sembrono menyarankan Anda cabut dari perusahaan tempat Anda bekerja begitu saja. Yang lebih ditekankan oleh dia sebenarnya, Anda harus memikirkan tentang lima tanda tadi. Tanya diri Anda, lalu diskusikan dengan orang yang paling dekat di hati Anda. Jika Anda sudah tahu jawabannya, "ya, ini saatnya saya keluar", maka mulailah merencanakan kapan Anda akan mengajukan surat pengunduran diri.
Bersikaplah dengan cerdas, pikirkan sekali lagi, dan begitu Anda telah mengambil keputusan, selamat untuk diri Anda yang tidak mau berdiam diri dalam kemandekan. Keluar dari tempat kerja kadang juga berarti meningalkan tempat dan lingkungan yang menyenangkan –sehingga tidak selalu mudah dilakukan. Tapi, sekali Anda melakukannya, kesempatan-kesempatan baru menunggu dan siap mengejutkan Anda.
Berhenti bekerja merupakan sebuah pengalaman yang susah terlukiskan. Mengejutkan, mendebarkan sekaligus membingungkan. Pada satu sisi, Anda akan dihadapkan pada situasi untuk memulai sebuah fase hidup yang baru dan dituntut untuk segera berpikir mengupayakan pekerjaan baru. Namun, pada sisi lain, Anda tentu juga tak ingin memutuskan begitu saja hubungan baik yang telah terjalin di tempat kerja yang akan Anda tinggalkan.
Menghadapi hari-hari terakhir dengan baik merupakan kunci untuk mendapatkan referensi-referensi yang berguna dan menjaga jaringan profesional yang telah susah payah Anda bangun. Sebulan hingga dua minggu terakhir sebelum Anda "cabut" akan menjadi saat yang menentukan karier Anda selanjutnya.
Merencanakan Strategi
Pertama yang harus Anda ingat, Anda harus sudah punya strategi ketika hendak memutuskan untuk berhenti dari tempat Anda bekerja. Bagaimana Anda akan menulis dan mengirim surat pengunduran diri? Bagaimana seandainya atasan Anda mencegah niat Anda dengan, misalnya, iming-iming kenaikan gaji? Bagaimana menyelesaikan pekerjaan yang masih menjadi tanggungan Anda, dan melimpahkannya kepada calon pengganti Anda?
Mempersiapkan dan memikirkan secara sungguh-sungguh hal-hal tersebut, akan membantu Anda keluar dari tempat kerja secara profesional. Di samping itu, mempersiapkan pengunduran diri sebaik-baiknya akan memperlihatkan kepada atasan dan segenap rekan sekerja bahwa Anda orang yang bertanggung jawab dan bisa diandalkan sampai "titik darah penghabisan".
Menulis Surat Pengunduran Diri
Sudah menjadi standar yang berlaku di mana-mana, karyawan yang akan mengundurkan diri harus mengirimkan surat permintaan secara resmi kepada pihak perusahaan. Tulislah surat pengunduran diri Anda ringkas saja, dengan kalimat-kalimat yang manis. Ingat, surat pengunduran diri sama sekali bukan tempat untuk "curhat", mengekspresikan perasaan-perasaan negatif terhadap atasan. Juga, bukan saatnya mengumbar keluhan atas pekerjaan yang Anda jalani.
Anda juga tak perlu menyebutkan dengan detail alasan pengunduran diri Anda. Cukup sebutkan saja dengan kalimat sederhana yang intinya mengungkapkan, bahwa Anda ingin mencari kesempatan lain yang lebih menantang. Jangan lupa ucapkan terimakasi kepada semua pihak yang telah memberi anda kesempatan untuk berkarya di kantor tersebut.
Mengundurkan Diri Secara Empat Mata
Mengundurkan diri dari tempat kerja, betapa pun, adalah sesuatu yang serba tidak mengenakkan hati. Tapi, tak terbantahkan juga bahwa penting untuk memberi kabar secara pribadi kepada atasan Anda, sebagai tanda penghormatan. Ungkapkan pada atasan Anda tentang rencana pengunduran diri Anda sebelum Anda menceritakannya kepada teman-teman sekantor.
Sekali lagi, jangan pernah merasa perlu untuk menjelaskan atau mencari pembenaran untuk kepergian Anda secara detail.
Hari Terakhir
Hari terakhir Anda di tempat kerja akan menjadi hari yang sibuk. Memberesi barang-barang di meja, menulis surat "pelimpahan wewenang" kepada pengganti Anda dan yang terpenting, mengucapkan selamat tinggal kepada semua teman. Sebelum Anda pergi, pastikan bahwa anda telah mengkomunikasikan status proyek-proyek yang Anda tangani kepada manajer Anda.
Sangat mudah bagi Anda untuk membuat sebuah proyek gagal ketika Anda pergi. Tapi, perilaku Anda pada hari terakhir itu akan meninggalkan kesan yang tak terlupakan pada semua orang di kantor. Dan, Anda pasti ingin dikenang dalam kesan yang baik. Selamat menempuh kesempatan baru.

Sumber :
http://www.portalhr.com/tips/2id13.html
http://www.portalhr.com/tips/2id14.html

Etika Kerja Menuju Sukses

Bila Anda perhatikan sekitar Anda, banyak orang bekerja, namun hanya segelintir orang yang mampu meraih prestasi dan mendapatkan promosi. Tidak hanya melulu karena kepandaian, tetapi sebagian besar promosi adalah hasil dari kepercayaan dari atasan/perusahaan. Miliki etika kerja yang akan membawa Anda menuju sukses:
1. Menjaga integritas
Integritas pada intinya adalah keutuhan. Tetapi kata ini mencakup arti yang luas, yaitu kejujuran, ketulusan, dapat dipercaya, keutuhan antara tindakan dan perkataan, konsistensi, tanggung jawab, kesetiaan dan disiplin. Integritas adalah apa yang Anda lakukan ketika tidak ada seorangpun yang melihat. Integritas merupakan kunci sukses karena integritas menciptakan kepercayaan, dan kepercayaan meluaskan pengaruh/kepemimpinan Anda. Bagaimana menjaga integritas Anda? Fokuskan kehidupan Anda untuk membangun karakter dan kemurnian hidup, bukan pada sukses dan prestasi.
2. Meraih keunggulan
Lakukan semua dengan keunggulan. Martin Luther King, Jr pernah menulis, “Bila bagian Anda ternyata menjadi penyapu jalanan, sapulah jalanan seperti Michaelangelo melukis, seperti Beethoven membuat musik, seperti Shakespeare menulis puisi. Sapulah jalanan dengan sedemikian baik, sehingga seluruh penghuni surga dan bumi akan terdiam sejenak dan berkata: Ia hidup sebagai penyapu jalanan yang luar biasa, yang melakukan pekerjaannya dengan baik.”
3. Bekerja dengan rajin
Kemalasan bukan hanya berarti duduk-duduk sepanjang hari tanpa melakukan sesuatu, melainkan dapat pula seseorang malas walaupun kelihatannya ia bekerja keras tanpa henti. Kemalasan adalah tidak melakukan sesuatu hal yang perlu dilakukan pada saat hal itu harus dilakukan. Bekerja sekedarnya saja, tanpa kesungguhan. Kemalasan merupakan langkah pertama menuju kehancuran.
4. Menjaga keseimbangan dan Mengambil waktu untuk beristirahat
Dibutuhkan iman untuk bisa beristirahat dan tidak kuatir tentang hal-hal yang belum selesai, atau tekanan dari rekan kerja yang tidak pernah beristirahat. Namun banyak manfaat yang kita dapatkan dari beristirahat. Istirahat memberi waktu bagi kita untuk berpikir, merefleksikan diri, fokus pada hubungan kita pada Allah, dan mengalami pembaharuan. Tanpa sabat kita dapat terjebak dalam kedangkalan, sibuk tetapi tanpa pencapaian yang maksimal.

Sumber :
http://ifgfgisi-surabaya.org/etika.kerja.menuju.sukses

ETIKA KEPERCAYAAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM HUBUNGAN

Manusia adalah makhluk sosial, dimana individu yang satu dengan yang lain saling tergantung dan manusia tidak bisa menghindarkan diri dari komunikasi. Adapun pengertian dari komunikasi adalah mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan (noise), terjadi dalam suatu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan kesempatan untuk melakukan umpan balik
(DeVito, 1997:23)

Komunikasi seringkali dianggap sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Padahal tidak semua orang bisa melakukan komunikasi dengan baik. Supaya kita bisa melakukan komunikasi dengan baik, maka kita harus menerapkan prinsip-prinsip etika dalam berkomunikasi. Sebelum membahas tentang bagaimana terlebih dahulu beberapa tujuan dari komunikasi menurut DeVito, yaitu:
1. Menemukan
Hal ini menyangkut penemuan diri (personal discovery). Bila kita berkomunikasi dengan orang lain, maka secara tidak langsung kita belajar mengenali diri sendiri dan juga orang lain.
2. Untuk Berhubungan
Salah satu motivasi kita yang paling kuat adalah berhubungan dengan orang lain, membina dan memelihara hubungan dengan orang lain.
3. Untuk Meyakinkan
Sebagian besar komunikasi yang kita lakukan adalah upaya kita untuk meyakinkan maupun mengubah perilaku.
4. Untuk Bermain
Banyak perilaku komunikasi yang kita lakukan untuk bermain dan menghibur (DeVito, 1997:31-32)
Komunikasi antar pribadi merupakan salah satu bentuk komunikasi yang paling awal, dimana orang – orang yang terlihat komunikasi bisa menyatu, mengamati dan berempati satu dengan yang lain.
Menurut Hartley, aspek komunikasi antar pribadi terdiri dari:
- Pertemuan tatap muka Hubungan 2 arah
- Niat dan kehendak dari 2 pihak
- Waktu

Tahap-tahap berkembangnya suatu hubungan menurut Knapp, yaitu:
a. Kontak
Tahap pertama adalah kontak, yaitu saat dimana kita membuat kontak dengan orang lain.
b. Keterlibatan
Tahap keterlibatan adalah tahap pengenalan lebih jauh dengan seseorang, dimana kita mengikatkan diri kita untuk mengenal orang lain dan juga mengungkapkan diri kita kepada orang lain.
c. Keakraban
Pada tahap keakraban, kita mengikat diri kita lebih jauh dengan orang lain.
d. Perusakan
Tahap ini merupakan penurunan hubungan, ketika ikatan diantara kedua pihak melemah.
e. Pemutusan
Tahap ini adalah pemutusan ikatan yang mempertalikan kedua pihak.
Setiap tahapan yang ada dalam komunikasi antar pribadi akan selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. Hal ini sesuai dengan prinsip etika, yaitu bahwa etika selalu berkaitan dengan pilihan, dimana pilihan tersebut akan membawa kita pada suatu konsekuensi.
Dalam kehidupan sehari-hari, etika diterapkan sebagai pedoman atau nilai-nilai moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. Hal ini menjadi dasar seseorang untuk bertingkah laku. Dan salah satu penerapan etika dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu ketika kita memutuskan untuk menjalin hubungan persahabatan dengan seseorang yang sebelumnya tidak kita kenal. Berikut akan dibahas mengenai bagaimana etika dalam persahabatan ini dapat kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Komunikasi kita gunakan dimanapun kita berada, dan komunikasi menyentuh seluruh aspek kehidupan kita. Dengan komunikasi, akan terbentuk rasa saling mengerti yang akan menumbuhkan rasa persahabatan dan kasih sayang. Serta dengan komunikasi, juga akan menambah pengetahuan. Persahabatan merupakan salah satu bentuk hubungan pribadi yang melibatkan 2 orang atau lebih yang memiliki kedekatan emosional yang lebih daripada pertemanan biasa.
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa dalam hubungan antar pribadi biasanya melalui tahap-tahap. Dalam persahabatanpun juga demikian, kita akan mempelajari tahapan yang terjadi sebelum kita menjalin hubungan persahabatan. Kita akan mempersempit tahap dalam pembentukan hubungan antar pribadi menjadi 3 bagian menurut Rakhmat (2004:125-129), yaitu:
1. Pembentukan hubungan antar pribadi
Diawali dengan perkenalan (acquaintance process). Pada tahap ini, orang akan memulai dengan fase kontak yang permulaan (initial contact phase). Ditandai oleh usaha dari kedua belah pihak untuk ”menangkap” reaksi dari kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali identitas, sikap, dan nilai pihak lain. Ketika kita merasa ada kesamaan, kita akan mulai mengungkapkan diri. Dalam tahap ini, kita baru mempertukarkan informasi mengenai data demografi, yaitu: usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga, dan sebagainya.
2. Peneguhan hubungan antar pribadi
Hubungan antar pribadi tidak bersifat statis, tetapi selalu berubah. Ada beberapa faktor yang penting dalam memelihara hubungan ini, yaitu: keakraban, kontrol, respons yang tepat, dan nada emosional yang tepat. Pada tahap ini, kita akan memutuskan kelanjutan hubungan yang kita lakukan, yaitu menjalin persahabatan atau tidak.
3. Pemutusan hubungan antar pribadi
Kita tidak akan membahas mengenai pemutusan dalam hubungan antar pribadi, karena disini kita lebih menekankan pada persahabatan.

Bartens (Muhammad, 2001) menjelaskan, etika berasal dari bahasa Yunani Kuno, ethos yang dalam betuk tunggal berarti adat kebiasaan, adat istiadat, akhlak yang baik. Etika merupakan cabang dari filsafat.
Etika mencari kebenaran dan sebagai cabang dari filsafat, ia mencari keterangan (kebenaran) yang sedalam-dalamnya. Sebagian tugas tertentu bagi etika, ia mencari ukuran baik buruknya bagi tingkah laku manusia. Etika hendak mencari tindakan manusia yang baik (Simorangkur, 1978).
Etika menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas, tetapi bukan karena tindakan itu diperintah oleh moralitas, melainkan ia sendiri tahu bahwa hal itu memang baik baginya. Ia sendiri sadar secara kritis dan rasional bahwa ia memang sudah sepantasnya bertindak seperti itu (Keraf, 1991).
Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila etika itu dilanggar, timbullah kejahatan, yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral (Muhammad, 2001).
Dihubungkan dengan etika profesi komunikasi, etika dimulai dengan mempelajari etika komunikasi antar pribadi. Etika pada dasarnya selalu berhubungan dengan konsep pilihan, yaitu:
1. Individu mempunyai hak untuk membuat pilihan mereka sendiri.
Dimana di setiap pilihan tersebut mengandung konsekuensi, maka ada benar-salah dalam setiap tindak komunikasi (DeVito, 1997:29). Oleh karena itulah kita memiliki hak untuk menentukan pilihan kita sendiri, apakah seseorang akan kita jadikan sahabat atau tidak. Kita juga memiliki kebebasan untuk menentukan kriteria-kriteria orang yang bisa menjadi sahabat kita.
2. Komunikasi antar persona adalah etis.
Selama diterapkan untuk mendukung kebebasan individu dengan memberi dasar-dasar pilihan yang akurat kepada orang lain.
3. Komunikasi akan menjadi tidak etis.
Apabila ada yang mencampuri kebebasan kita untuk memilih dan mendapatkan informasi yang relevan dalam menentukan pilihan. Di dalam persahabatan, kita tidak boleh melakukan kebohongan atau penyembunyian kebenaran informasi mengenai suatu hal, karena hal ini menunjukkan tidak etis.
Persahabatan merupakan hubungan antar pribadi yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari dan hampir semua orang pernah atau masih menjalaninya. Di dalam persahabatan, kita harus mengembangkan suatu sikap percaya (trust). Menurut Griffin (Rakhmat, 2004:129), percaya didefinisikan sebagai mengandalkan perilaku orang lain untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, yang pencapaiannya tidak pasti dalam situasi yang penuh resiko.

Menurut Griffin dan Barnes, etika kepercayaan dalam komunikasi antar personal yaitu menawarkan suatu etika kepercayaan antara personal yang mendasarkan pada pandangan khusus sifat manusia. Bahwa manusia pada dasarnya baik, dengan adanya batas realistis dan keadaan mendesak, seringkali membatasi potensi manusia untuk menjadi ideal.
Ada 3 pedoman etika untuk memupuk kepercayaan komunikasi antar pribadi di dalam hubungan persahabatan, yaitu:
1. Berusaha aktif memperluas kepercayaan terhadap sesuatu yang terjadi di sekeliling kita, meskipun pada sebagian orang hal ini membutuhkan waktu yang lama.
2. Kepercayaan terhadap orang lain haruslah bersifat sementara, dilakukan sedikit demi sedikit dengan memberikan penjelasan mengenai “apa yang kita khawatirkan”, “apa yang kita harapkan dari teman kita”, serta “apa yang ingin kita capai”.
3. Kepercayaan tidak hanya diberikan tetapi juga diperoleh. Ketika kita menjalin hubungan persahabatan, kita akan mengharapkan adanya kepercayaan dari sahabat kita dan juga akan memberikan kepercayaan padanya.
Selain kepercayaan, kita juga perlu mengembangkan rasa tanggung jawab dalam membina hubungan (relasi) dengan individu lain. Sehingga dapat terjalin hubungan persahabatan yang baik. Menurut William K. Rawlins, persahabatan yang aktif dapat berkembang bilamana partisipan mampu mengakui batasan dalam komunikasi mereka dan saling menghargai keterpisahan satu sama lain. Menurutnya, mengungkapkan pemikiran dan perasaan pribadi serta berbicara bebas dalam suatu hubungan adalah hak, bukan kewajiban.
Kita berhak untuk mengungkapkan sebagian atau seluruh bagian dari diri kita kepada sahabat kita. Tidak seorangpun yang boleh memaksa kita untuk memberikan informasi yang memang tidak ingin kita beritahukan, Jadi, sahabat kita harus menghargai apabila kita tidak mau memberitahukan hal-hal yang ingin dia ketahui, tetapi kita tidak mau menceritakannya.
Persahabatan yang baik dapat tercipta apabila kita mau melaksanakan etika tanggung jawab dalam komunikasi antar pribadi. Rawlins memfokuskan etika tanggung jawab pada 4 topik, yaitu:
1. Keterbukaan
Keterbukaan di sini bukan berarti tanpa batas, tetapi masih ada kebebasan terbuka tanpa ada paksaan. Hubungan persahabatan akan lebih baik jika kita sama-sama terbuka, sehingga salah satu pihak tidak merasa dibebani dengan keterbukaan dari pihak lain.
2. Privasi
Hal ini juga sangat penting dalam hubungan persahabatan, karena setiap individu memiliki hak privasi, dimana orang lain tidak boleh mengetahuinya. Privasi biasanya melindungi perilaku yang secara moral dinilai netral atau positif.
3. Perlindungan
Diantara partisipan yang terlibat dalam hubungan persahabatan sangat penting adanya perasaan saling melindungi diantara partisipan.
4. Muslihat
Seringkali dalam persahabatan kita tidak bisa terlalu berterus terang pada sahabat kita tentang hal-hal tertentu yang akan menyebabkan kurangnya kepercayaan dari sahabat kita akan perlindungan tersebut.

Sumber :
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/psikologi-sosial/etika-kepercayaan-dan-tanggung-jawab-dalam-hubungan